Dari jejak sejarah hingga pelajaran berharga: Perjalanan tiga BUMD Kota Banjarmasin

Daerah 30 Apr 2026 11:02 3 min read 29 views By jbn

Share berita ini

Dari jejak sejarah hingga pelajaran berharga: Perjalanan tiga BUMD Kota Banjarmasin
Pesan berharga untuk masa depan Kisah tiga lembaga ini menggambarkan betapa rumitnya mengelola aset daerah.

Jbn, BANJARMASIN-Pemerintah Kota Banjarmasin pernah menaungi tiga Badan Usaha Milik Daerah yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah, yaitu PDAM Bandarmasih, Perumda PALD, dan PD Kayuh Baimbai Utama.

 

Ketiganya melangkah dengan jalan yang berbeda-beda. Ada yang terus bertahan dan melewati berkembangnya zaman, ada yang masih menyimpan banyak cerita yang belum terungkap, namun ada pula yang harus berakhir perjalanannya karena kelalaian pengelolaan.

Seluruh perjalanan ini cermin menjadi sekaligus guru berharga bagi lembaga pengelolaan milik daerah di masa yang akan datang.

 

PDAM Bandarmasih: Melintasi zaman demi air bersih rakyat

Menapaki sejarah yang panjang, PDAM Bandarmasih bermula jauh di masa penjajahan Belanda dengan nama Water Leijding Hendrief pada tahun 1937.

 

 Berangkat dari kemampuan yang sangat terbatas, lembaga ini terus bertransformasi hingga kini mampu melayani sebagian besar warga Banjarmasin.

 

Kemajuan ini terlihat dari peningkatan kapasitas produksi serta perluasan pelayanan jaringan yang dilakukan secara bertahap.

 

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai negara sahabat maupun program pembangunan yang digulirkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Meski sudah melangkah jauh, sejumlah pertanyaan penting masih menjadi sorotan.

 

Mulai dari rencana perubahan status perusahaan, perluasan saluran udara, jumlah sambungan pelanggan, hingga penempatan fasilitas pendukung, semuanya masih membutuhkan penjelasan rinci dari jajaran pimpinan.

 

Data teknis seperti panjang saluran dan jumlah unit pendukung pun menjadi hal krusial, guna memastikan pelayanan yang optimal serta perencanaan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.

 

Perumda PALD: Masih tersembunyi, menantikan cerita lengkap.

Berbeda dengan rekannya yang sudah banyak dikenal, Perumda PALD bagaikan lembaran buku yang halaman-halamannya belum seluruhnya terbuka. 

 

Hingga saat ini, informasi mengenai latar belakang berdirinya, bidang kegiatan usaha, hingga langkah pengembangan ke depan masih sangat terbatas.

 

Untuk memahami seberapa besar peran lembaga ini dalam memajukan perekonomian daerah dan menyejahterakan masyarakat, diperlukan keterangan yang lebih utuh.

 

Mulai dari susunan organisasi, daftar proyek yang telah dijalankan, hingga rencana strategi yang disusun, semuanya menjadi informasi yang sangat dinantikan untuk menilai kontribusi nyata yang telah diberikan.

 

PD Kayuh Baimbai Utama: harapan yang berakhir menjadi pelajaran pahit

 

Di antara ketiganya, PD Kayuh Baimbai Utama meninggalkan kenangan sekaligus pesan yang paling mendalam. 

 

Didirikan pada tahun 2003 dengan harapan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, nasib perusahaan ini justru berakhir dengan keputusan pembubaran pada tahun 2014.

 

Kegagalan ini bukanlah kejadian yang tiba-tiba. Sejak lama perusahaan terlibat dalam masalah kerugian yang terus menumpuk, yang bermula dari penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

 

Apalagi terungkap adanya dana milik pemerintah daerah senilai Rp1,3 miliar yang mulai mengajukan penawaran sejak tahun 2011, dengan melibatkan pimpinan perusahaan sebagai pihak yang bertanggung jawab.

 

Kerugian yang membengkak hingga mencapai miliaran rupiah akhirnya membuat perusahaan tak mampu lagi bertahan.

 

Melalui persetujuan seluruh unsur di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, perusahaan resmi dibubarkan dengan pencabutan peraturan daerah yang menjadi landasan hukumnya.

 

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa tanpa tata kelola yang baik, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab yang jelas, harapan besar dapat runtuh seketika.

 

Langkah penegakan hukum yang dilakukan juga membuktikan keseriusan pemerintah dalam memberantas penyelewengan dan menjaga keuangan negara dengan sebaik-baiknya.

 

Pesan berharga untuk masa depan Kisah tiga lembaga ini menggambarkan betapa rumitnya mengelola aset daerah.

 

Keberhasilan PDAM Bandarmasih mengajarkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman menjadi kunci utama keberhasilan. 

 

Sementara itu, kisah PD Kayuh Baimbai Utama menjadi pengingat keras bahwa kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi yang tidak boleh dilupakan.

 

Sedangkan Perumda PALD, masih menunggu waktunya untuk menunjukkan peran terbaiknya kepada publik.

 

Seluruh pengalaman ini menjadi pedoman berharga, agar di dekatnya seluruh lembaga milik daerah dapat dikelola dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Banjarmasin.**

disadur dari berbagai sumber

journal banua news