H. Mohammad Hanafiah: Tokoh asal Kandangan yang mengangkat martabat karet rakyat hingga tingkat nasional

Nasional 19 Jul 2026 13:35 2 min read 15 views By Jbn

Share berita ini

H. Mohammad Hanafiah: Tokoh asal Kandangan yang mengangkat martabat karet rakyat hingga tingkat nasional
Hanafiah juga gencar menyebarluaskan bibit dan jenis karet unggul kepada masyarakat luas di Kalimantan Selatan.

Jbn- KALSEL, Nama H. Mohammad Hanafiah tak hanya tercatat sebagai pejabat tinggi negara, melainkan juga sebagai perintis utama kemajuan sektor karet rakyat di Kalimantan Selatan.

 

Putra asli Kandangan, Hulu Sungai Selatan ini lahir pada 17 Juni 1904, dan menorehkan jejak pengabdian yang luar biasa hingga akhir hayatnya.

 

Sebelum dipercaya memegang tanggung jawab di tingkat pusat, Hanafiah lebih dulu mengukir prestasi di daerah.

 

Pada tahun 1950 ia menjabat sebagai Residen Kalimantan Selatan di Banjarmasin, kemudian setahun berikutnya dipercaya memegang jabatan Residen Sumatra Selatan di Palembang.

 

Kariernya terus menanjak ke tingkat nasional saat dipanggil ke Jakarta sebagai Pegawai Tinggi pada Kementerian Pertanian.

 

Di sana, ia juga merangkap jabatan Direktur Yayasan Karet Rakyat Pusat serta Pimpinan Balai Penelitian dan Pemakaian Karet (INIRO) di Bogor.

 

Puncak karirnya di pemerintahan tercapai saat ia diangkat menjadi Menteri Agraria kedua dalam Kabinet Ali Sostramidjojo I yang berkuasa pada periode 1952–1955 di masa pemerintahan Presiden Soekarno.

 

Tak hanya itu, pada Pemilu 1955, rakyat Kalimantan Selatan mempercayainya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mewakili partai Nahdlatul Ulama.

 

Namun demikian, dedikasi Hanafiah terhadap dunia pertanian, khususnya tanaman karet, sudah terlihat jauh sebelum dia memasuki dunia pemerintahan.

 

Sejak awal tahun 1930-an, dia telah giat mengembangkan sistem budidaya karet dan merintis usaha pengolahan getah karet milik rakyat.

 

Langkah nyatanya dimulai dengan mendirikan rumah asap rakyat pertama di Kalimantan Selatan, yang kemudian terus didorong hingga jumlahnya mencapai sekitar 700 unit pada tahun 1934 saja.

 

Berkat kerja keras dan bimbingannya, pada tahun yang sama luas lahan budidaya karet rakyat di Kalimantan Selatan mencapai 110.000 hektar dengan hasil produksi sebesar 60.000 ton, sebagian besar diantaranya berhasil diekspor ke mancanegara.

 

Prestasi ini membuat namanya dipercaya menjadi anggota Komisi Karet Kabupaten di Amuntai, kemudian Komisi Karet Provinsi di Banjarmasin, hingga akhirnya duduk di Komisi Karet Pusat di Jakarta.

 

Komisi-komisi ini bertugas mengatur, meningkatkan kuantitas, serta menjaga kualitas hasil produksi karet rakyat.

 

Saat menjabat sebagai Direktur Yayasan Karet Rakyat mulai tahun 1951, Hanafiah juga gencar menyebarluaskan bibit dan jenis karet unggul kepada masyarakat luas di Kalimantan Selatan.

 

Tokoh yang sangat dicintai ini akhirnya berpulang ke Rahmatullah di Banjarmasin pada tanggal 9 Juli 1981, tepat di usianya yang ke-77 tahun.

 

Hingga kini, jejak dan gagasan yang dia bangun masih menjadi tonggak penting bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.**

journal banua news