Perbaikan Jalan Veteran ditarget selesai sebulan, jalur alternatif sudah disiapkan

Daerah 16 Jul 2026 11:17 2 min read 14 views By Jbn

Share berita ini

Perbaikan Jalan Veteran ditarget selesai sebulan, jalur alternatif sudah disiapkan
Selain itu, pemerintah berencana melakukan pemantauan rutin pada ruas jalan lain di lokasi serupa.

jbn-BANJARMASIN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama erat dengan Pemerintah Kota Banjarmasin segera mengambil langkah terpadu mengatasi amblesnya ruas Jalan Veteran Kilometer 5,5 di kawasan Sungai Lulut, yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Martapura.

 

Jalan yang amblas sedalam sekitar satu meter itu dinilai semakin mengkhawatirkan dan berisiko memicu longsor susulan.

 

Oleh karena itu, pihak berwenang resmi memberlakukan penutupan total ruas jalan tersebut mulai Kamis, 16 Juli 2026.

 

Sebelum penutupan sepenuhnya, Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin sempat menerapkan sistem buka-tutup.

 

Saat itu hanya sepeda motor yang boleh melintas di satu jalur yang masih aman, sementara kendaraan roda empat dialihkan ke jalur lain.

 

Selain itu, Walikota Banjarmasin melarang keras kendaraan bermuatan besar melewati kawasan tersebut guna mencegah kerusakan semakin parah.

 

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel menjelaskan penanganan dibagi menjadi tiga tahap: mitigasi lalu lintas, perbaikan darurat jangka pendek, dan perencanaan solusi permanen.

 

Perbaikan darurat ditargetkan selesai dalam waktu tiga minggu hingga satu bulan ke depan.

 

Dalam pengerjaan, badan jalan yang retak dan amblas akan dibongkar total hingga kedalaman yang dibutuhkan untuk memperbaiki struktur tanah di bawahnya.

 

Ratusan batang kayu galam akan ditancapkan rapat di tepi sungai sebagai dinding penahan sementara, kemudian area dilapisi kain geotekstil, diisi material baru, dipadatkan, dan dilapisi aspal kembali.

 

Selama proses berlangsung, rambu peringatan dan penghalang pengaman sudah dipasang demi keselamatan.

 

Hasil investigasi tim Bina Marga dan konsultan teknis menunjukkan penyebab utama adalah gerusan air Sungai Martapura yang terus mengikis daya dukung tanah.

 

Kondisi ini diperparah oleh karakteristik tanah Banjarmasin yang lunak serta posisi jalan yang berada tepat di bantaran sungai.

 

Untuk solusi jangka panjang, pemerintah sedang mengkaji pembangunan sistem pile slab atau jembatan layang, maupun Dinding Penahan Tanah beton bertulang.

 

Namun, keterbatasan lahan akibat padatnya bangunan dan pemukiman menjadi kendala, sehingga desain akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

 

"Kami memohon kesabaran dan pengertian masyarakat. Langkah ini demi keselamatan bersama agar perbaikan berjalan maksimal," jelas perwakilan pemerintah.

 

Warga diimbau menggunakan jalur alternatif yang telah ditetapkan.

 

Selain itu, pemerintah berencana melakukan pemantauan rutin pada ruas jalan lain di lokasi serupa, mengingat kerusakan sejenis kerap terjadi akibat kombinasi erosi air, tanah lunak, dan beban kendaraan berlebih.**

journal banua news