Tanpa mobil dinas dan rumah mewah: begini aturan hidup anggota Parlemen Swedia
Jbn-POLITIK, Menjadi anggota parlemen di Swedia tak serta-merta mengubah gaya hidup menjadi lebih mewah.
Anggota Riksdag maupun menteri tak dilengkapi mobil dinas maupun sopir pribadi, melainkan menggunakan kereta api dan bus umum bersamaan dengan warga biasa.
Hanya Perdana Menteri yang memiliki hak khusus atas kendaraan pengamanan secara tetap.
Untuk keperluan tugas, setiap anggota mendapatkan kartu kereta tahunan yang bisa digunakan sepuasnya.
Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, hanya diganti biaya sebesar 38 Krona Swedia per 10 kilometer, bukan disediakan kendaraan.
Perjalanan udara di dalam negeri pun wajib menggunakan kelas ekonomi.
Setiap pemakaian sarana yang lebih mahal dari opsi termurah harus disertai alasan yang jelas.
Soal tempat tinggal, anggota yang berdomisili lebih dari 50 kilometer dari gedung parlemen hanya difasilitasi apartemen sederhana milik parlemen, lengkap dengan perabot standar dan dapur seadanya yang dibagi per fraksi.
Tidak ada rumah dinas maupun uang tunai sewa. Jika stok apartemen habis, anggota boleh menyewa sendiri dengan batas penggantian paling tinggi 9.000 Krona per bulan.
Pemilik tempat tinggal sendiri hanya diganti biaya iuran bulanan, tanpa menanggung cicilan maupun bunga pinjaman.
Bahkan pasangan yang menginap dikenakan biaya per malam, kecuali anak di bawah 18 tahun.
Uniknya, anggota parlemen di sana tidak dianggap sebagai pegawai lembaga, melainkan pemegang mandat rakyat.
Pendapatan mereka disebut imbalan penugasan, bukan gaji. Siapa yang mangkir tanpa alasan sah dalam jangka waktu tertentu bahkan wajib mengembalikan hak yang telah diterimanya.
Sistem ini menegaskan bahwa jabatan wakil rakyat adalah tempat bekerja dan melayani, bukan sarana mengubah status sosial maupun memperoleh kemewahan.**
Related Articles